Jenis - Jenis Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Print
Category: Artikel Dokter
Published Date Written by DR. dr. Jusuf Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV(K), MARS

Secara umum penyakit jantung bawaan (PJB) dapat dikelompokkan menjadi dua jenis: Penyakit Jantung Bawaan biru (PJB sianosis) dan Penyakit Jantung Bawaan tidak biru (PJB non-sianosis). Penyakit Jantung Bawaan tidak biru merupakan kelompok Penyakit Jantung Bawaan terbanyak ditemukan, yakni sekitar 75% dari semua Penyakit Jantung Bawaan, Sisanya merupakan kelompok Penyakit Jantung Bawaan biru.

Penyakit Jantung Bawaan biru ditandai dengan warna kebiruan tampak pada bibir, ujung jari dan kuku, sehingga lebih mudah dikenali oleh orangtua. Warna kebiruan disekitar bibir kuku ini sebagai akibat darah yang mengalir di dalam tubuhnya didominasi oleh sel darah merah yang kandungan oksigennya rendah akibat pencampuran darah bersih dan darah kotor (kurang oksigen). Penyakit Jantung Bawaan yang tidak biru bukan berarti lebih ringan penyakitnya, hanya saja kadar oksigen dalam darahnya sama dengan normal.

Penyakit Jantung Bawaan BIRU (SIANOTIK)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa kebiruan yang tampak pada anak merupakan akibat dominasi darah yang kandungan oksigennya rendah mengalir ke seluruh tubuh . Dominasi darah yang miskin akan oksigen ini dapat diakibatkan oleh beberapa mekanisme:

  1. Terjadi kebocoran sekat antara bilik kiri dan kanan yang disertai penyempitan arteri pulmonal, atau bahkan buntu sama sekali. Penyempitan arteri pulmonal ini mengakibatkan tekanan di bilik kanan naik dan pada suatu titik akan lebih tinggi dari bilik kiri, sehingga darah dari bilik kanan sebagian akan mengalir ke bilik kiri, akibatya darah yang dipompakan ke seluruh tubuh merupakan pencampuran darah yang kandungan oksigennya rendah dengan darah yang kaya akan oksigen. Contoh kasus seperti ini adalah Tetralogy of Fallot (TOF).

  2. Terjadi kesalahan posisi dari arteri pulmonalis (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari bilik kanan ke paru) dan aorta. Arteri pulmonalis yang semestinya keluar dari bilik kanan, pada kasus ini keluar dari bilik kiri dan sebaliknya aorta keluar dari bilik kanan. Maka yang terjadi adalah darah yang kurang oksigen dari sistem vena yang seharusnya dialirkan ke paru untuk mendapatkan oksigen, dialirkan langsung kembali ke seluruh tubuh karena yang keluar dari bilik kanan adalah aorta. Dan sebaliknya dengan arteri pulmonalis keluar dari bilik kiri, sehingga darah yang sudah mendapatkan oksigen, yang seharusnya dialirkan ke seluruh tubuh, malah kembali lagi ke paru. Keadaan ini menyebabkan dua sistem sirkulasi yang seharusnya bekerja secara paralel menjadi terpisah. Akibatnya anak akan semakin biru dan akan meninggal dengan cepat apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Kasus seperti ini disebut dengan Transposition of the Great Arteries (TGA). Masih banyak contoh kasus lain yang menampakkan gejala biru, tetapi kasus di atas merupakan kasus yang paling sering ditemukan.

Penyakit Jantung Bawaan TIDAK BIRU (ASIANOTIK)

Terdapat beberapa mekanisme yang terjadi pada PJB yang tidak biru:

  1. Aliran darah terjadi dari kiri ke kanan melalui kebocoran sekat antara jantung kanan dan jantung kiri , baik pada tingkat serambi maupun bilik jantung. Dapat pula karena tidak menutupnya PDA pembuluh yang meng hubungkan aorta dan arteri pulmonal (ductus arteriosus), yang pada bayi normal pembuluh darah tersebut menutup beberapa saat setelah bayi lahir. Akibatnya darah yang dipompa ke paru-paru menjadi berlebihan karena sebagian darah di ruang jantung kiri masuk ke bagian jantung kanan.
    Beberapa contoh yang termasuk kelompok ini adalah kebocoran sekat serambi yang disebut Atrial Septal Defect (ASD), kebocoran sekat bilik disevut ventricular septal defect (VSD), dan duktus arteriosus yang tetap terbuka disebut sebagai patent ductus arteriosus (PDA).

  2. Adanya sumbatan (obstruksi) pada jantung kanan, misalnya gangguan pada katup pulmonal.

  3. Obstruksi atau sumbatan pada jantung kiri,misalnya stenosis katup aorta, penyempitan dinding aorta (coarctasio aorta).

Semua mekanisme tersebut di atas tidak menyebabkan kandungan oksigen darah menjadi kurang, sehingga anak tidak menunjukkan biru. Tetapi yang terjadi adalah pasokan darah ke seluruh tubuh menjadi berkurang namun sebaliknya darah yang ke paru paru menjadi berlebihan (pada kelompok pertama). Demikian juga pada PJB yang termasuk kelompok ke dua dan ketiga namun tidak disertai dengan aliran darah yang berlebi- han ke paru.

   

Who's Online

We have 13 guests and no members online

Tuesday the 17th. Muhammad Sumarudin.