Rehabilitasi pasca operasi jantung

Print
Category: Artikel Dokter
Published Date Ditulis Oleh Dedy Tedja Sukmana, dr, SpKFR

Rehabilitasi Jantung merupakan suatu program yang bersifat individual, lengkap dan terstruktur untuk mempertahankan, mengembalikan dan meningkatkan kondisi fisik, medik, psikologi, sosial, emosional dan vokasional secara paripurna. Rehabilitasi Jantung mempunyai konsep mobilisasi dini yang bertujuan untuk memulihkan kondisi sik pasien, mencegah tirah baring lama, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan kualitas hidup.

Operasi jantung dewasa yang biasa dilakukan antara lain CABG (Coronary Artery Bypass Graft), Valve repair atau replacement, dll. Sebelum operasi dilakukan ada beberapa aspek yang harus dipenuhi berupa persiapan preoperasi yang bertujuan untuk menyiapkan pasien tetap dalam kondisi prima baik fisik, mental dan psikologis, memberikan edukasi medik, melakukan latihan teratur. Komponen latihan pre operatif meliputi latihan lingkup sendi anggota gerak atas dan bawah, latihan fisik dada (Chest physical therapy), latihan insentif spirometri, pemberian therapy inhalasi, latihan bagaimana melakukan transfer dan ambulasi yang akan dilakukan setelah operasi jantung stabil. Rehabilitasi pasca operasi jantung harus melalui beberapa tahap/ fase. Fase I : fase perawatan RS ( Inpatient ), fase II : fase setelah pulang RS ( outpatient ), fase III : fase pemeliharaan ( Maintenance ). 

FASE 1

Hari 1 :

  • Dalam kodisi stabil aktivitas dimulai di atas tempat tidur kemudian dilanjutkan.
  • untuk duduk dikursi samping tempat tidur.
  • Latihan lingkup gerak sendi dan pernafasan.

Hari 2 :

  • Latihan jalan 50 – 100 m di ruangan perawatan.
  • Latihan Lingkup gerak sendi anggota gerak.
  • Latihan pernafasan dada / chest physical therapy.

Hari 3 :

  • Latihan jalan ditingkatkan jaraknya 100 – 200 m , waktu 5-10 menit di koridor 2 – 3 kali perhari dengan supervisi tim rehabilitasi jantung

Hari 4 :

  • Latihan berjalan dikoridor jarak 200 – 300 m.
  • Latihan LGS dan pernafasan dada.
  • Latihan ADL mandiri .

Hari 5 :

  • Latihan jalan ditingkatkan jarak tempuhnya.
  • Melakukan uji jalan 6 menit.
  • Edukasi terhadap aktivitas dirumah.

FASE 2

  • Dimulai sesegera mungkin 1 mg seteleh pulang RS.
  • Menentukan stratifikasi resiko.
  • Melakukan tes uji jalan 6 menit.
  • Latihan erobik 3 – 4 kali seminggu selama 4 – 8 minggu.
  • Target latihan pasien mampu jalan 3000 m/30 menit.
  • Akhir fase II melakukan treadmill tes.

FASE 3

  • Meningkatkan kemampuan endurance
  • Menghambat progresivitas atau mengupayakan regresi meningkatkan kualitas hidup

Makoto Ayabe dkk, merekomendasikan :

  • Aktivitas latihan fisik 3 -4 kali perminggu durasi 30 – 40 menit intensitas sedang 60 -80 % HR Max
  • Energi expendiituur ( PAEE ) 1000 – 1500 kcal/minggu
  • Latihan jalan 6500 – 8500 langkah sehari

Kesimpulan dari pembahasan kali ini adalah bahwa Pelayanan rehabilitasi jantung merupakan pelayanan komprehensive, Setiap fase rehabilitasi akan meningkatkan kemampuan fisik, dan Program Rehabilitasi Jantung akan mempercepat masa rawat dan pasien akan kembali bersama keluarga secara mandiri.

   

Who's Online

We have 2 guests and no members online

Wednesday the 23rd. Muhammad Sumarudin.