Rehabilitasi Untuk Anak Pasca Operasi Jantung

Print
Category: Artikel Dokter
Published Date Ditulis Oleh Dedy Tedja Sukmana, dr, SpKFR

" Setelah si buah hati menjalani operasi, orang tua tetap merasa khawatir akan kondisi anaknya yang menderita penyakit jantung bawaan. Mereka berpikir setelah operasi si buah hati tidak dapat beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya. Seringkali orang tua cemas ketika anaknya merasa kesakitan saat badannya digerakkan oleh dokter atau fisioterapi, dan secara refleks melindungi anaknya. Padahal si buah hati sedang menjalani program rehabilitasi jantung pasca operasi agar anak dapat beraktivitas seperti sebelum operasi. Lalu apa itu rehabilitasi jantung pada anak pasca operasi ? "

Rehabilitasi jantung merupakan suatu program yang bersifat individual, lengkap, dan terstruktur untuk mempertahankan, mengembalikan, dan meningkatkan kondisi fisik, medik, psikologi, sosial, emosional, dan vokasinal secara paripurna. Rehabilitasi jantung mempunyai konsep mobilisasi dini yang bertujuan untuk memulihkan kondisi fisik pasien, mencegah tirah baring lama, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan angka kualitas hidup. “Sebenarnya bagi anak yang telah menjalani operasi jantung, program rehabilitasi yang dilakukan bertujuan untuk mengembalikan kemampuan fungsional anak sesuai dengan usianya, sesuai aktivitas bermain si anak, sesuai masa tumbuh kembangnya,” ujar Dr. Deddy Tedjasukmana, Sp.RM.

Beliau menjelaskan, sebelum operasi jantung, tim rehabilitasi jantung (dokter, perawat, dan fisioterapi) datang ke pasien atau orang tua untuk memberitahukan ada program rehabilitasi yang akan dilakukan setelah operasi jantung. Tim rehabilitasi jantung menjelaskan kepada si anak, bila sudah mengerti, atau kepada keluarga, bahwa setelah si buah hati selesai operasi atau keluar dari ICU, anak akan menjalani proses rehabilitasi pemulihan, seperti melakukan program pembersihan dahak, karena biasanya pasien pasca operasi dengan immobilisasi, memiliki masalah pada paru-parunya, berupa penumpukan dahak.

“Pemberitahuan akan adanya program rehabilitasi jantung pra dan pasca operasi ini dimaksudkan untuk mengeliminasi terjadinya kendalakendala, seperti ketidaktahuan orang tua pada anak dengan programprogram rehabilitasi pasca operasi, kekhawatiran mereka terhadap buah hatinya. Apalagi pada daerah luka pasca operasi, mereka kurang menyadari atau mengetahui cara penyembuhannya. Mereka melakukan perlindungan yang luar biasa pada si anak ketika si anak menangis saat menjalani proses rehabilitasi jantung, seperti mereka melarang untuk dilanjutkan,” Dr. Deddy Tedjasukmana menceritakan pengalamannya.

Selanjutnya beliau menjelaskan, rehabilitasi pada anak pasca operasi harus dilakukan secara bertahap dan terpadu. Pertama, pasien akan diberikan latihan stimulatif, dalam arti bila anak sudah dapat duduk, anak akan didorong untuk duduk dengan tenang dan stabil. Pasien dapat berlatih memiringkan badannya secara bolak-balik. Pasien pun dirangsang untuk dapat bermain pada kursi duduk.

Pada hari kedua, ketika pasien terbebas dari selang yang terpasang di dada, pasien akan diprovokasi untuk berdiri dan duduk pada kursi. Pasien akan diajak untuk memainkan atau menggerakkan anggota tubuhnya. Pasien juga didorong untuk melakukan aktivitas yang bisa dia lakukan sebelum operasi. Di PJT RSCM, terdapat terapi kelompok (play therapy) untuk anak pasca operasi jantung. Tujuannya agar anak gembira dan menghindari kejenuhan dalam perawatan.

Selanjutnya, pada hari ketiga hingga pulang, pasien diharapkan sudah mampu berjalan beberapa meter. Akan tetapi, bila pasien belum dapat berjalan seperti saat sebelum operasi, pasien dirangsang untuk dapat beraktivitas sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, sebagai contoh bila pasien baru bisa duduk, dia dapat duduk dengan tenang, dan lain sebagainya. “Dengan program rehabilitasi ini pasien dituntun untuk menggerakkan anggota tubuhnya untuk menghindari terjadinya komplikasi. Orang tua hendaknya memacu anaknya beraktivitas dengan mobilisasi segera mungkin,” kata Dr. Deddy, panggilan akrab rekan-rekan dokter kepadanya.

Target

Pada prinsipnya, sebelum menjalani proses rehabilitasi jantung pasca operasi ini, tim rehabilitasi jantung harus mengetahui kondisi pasien sebelum operasi. Tim rehabilitasi jantung harus mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pasien. Kemampuan pasien menjadi target atau tujuan yang harus dicapai dari rehabilitasi jantung. mereka pun mengikuti sejauh mana proses operasi pasien. Mungkin waktu operasi pasien mengalami komplikasi gangguan irama, atau ada komplikasi lainnya. Ditargetkan kemampuan pasien mencapai seperti keadaan sebelum operasi. Seberapa besar kemampuan yang dimiliki pasien sebelum operasi, kemampuan itu juga harus dimiliki oleh pasien pasca operasi.

”Rehabilitasi ini mendorong pasien untuk memiliki kemampuan seperti sebelumnya. Ibaratnya pasien bisa berjalan, maka kita provokasi pasien agar bisa berjalan, dalam arti ia mampu berjalan dengan stabil dan tenang. Bilapun jatuh, ia jatuh dengan tenang,” dokter Deddy menekankan. Beliau menjelaskan, melalui program rehabilitasi jantung, di mana pasien diajak untuk bermain yang menyenangkan sehingga kemampuan dan perkembangan aktivitas fisiknya semakin baik dan berkembang. Pasien, yang telah menjalani proses rehabilitasi selama lima hari sejak pasca operasi, dapat dibawa pulang.

Kemudian dokter akan memberitahukan kepada keluarga bahwa pasien tidak boleh menggerakkan tangan terlalu ke atas, atau merenggangkan dada terlalu jauh. Dokter pun memperingatkan keluarga bahwa pasien dilarang untuk mengangkat beban yang berat pada bulan pertama. Pasien dilarang untuk mengangkat sesuatu yang berat, atau mendorong sesuatu yang berat, hingga luka dan tulangnya sembuh. “Orang tua, yang ingin sukses anaknya pasca operasi jantung, harus bekerja sama dengan baik. Kita satu tim antara pasien, keluarga pasien, dokter, perawat, fisioterapi. Bila satu tim tersebut bekerja dengan baik, targettarget yang diharapkan oleh keluarga, seperti pasien dapat beraktivitas fisik dengan baik, dapat tercapai. Kemampuan fungsional pasien dapat ditingkatkan,” himbau Dr. Deddy Sp. RM.

Program rehabilitasi jantung pada anak pasca operasi, lanjutnya, berbeda dengan rehabilitasi jantung pada orang dewasa pasca operasi. Hal ini dikarenakan perbedaan tujuan dan target yang hendak dicapai melalui proses rehabilitasi tersebut, sehingga program rehabilitasi pada anak pasca operasi jantung disesuaikan dengan target tersebut. Meski demikian, rehabilitasi jantung merupakan pelayanan komprehensif, dan setiap langkah rehabilitasi akan meningkatkan kemampuan fisik, dan program rehabilitasi jantung akan mempercepat pasien pada kondisi sebelum operasi.

   

Who's Online

We have 3 guests and no members online

Friday the 18th. Muhammad Sumarudin.